
Bandung, 24 Juli 2026 - Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis dan Try Out Calon Hakim (CAKIM) Tahun 2026 pada Jumat, 24 Juli 2026, bertempat di Aula Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan dalam mempersiapkan calon hakim yang kompeten, profesional, dan berintegritas. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai pembekalan intensif dan simulasi seleksi bagi peserta yang akan mengikuti rekrutmen Calon Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Fauzan Ali Rasyid, M.Si., selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan Wakil Dekan III FSH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, para narasumber dari Pengadilan Tinggi Agama Bandung, Panitera PTA Bandung, dosen, serta sivitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Fauzan Ali Rasyid, M.Si. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung beserta jajaran yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung beserta seluruh jajaran yang telah membuka ruang kolaborasi dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sinergi ini memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi para mahasiswa dan alumni, khususnya lulusan Fakultas Syariah dan Hukum, untuk memperoleh pembekalan langsung dari para praktisi peradilan."

Beliau menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi bukti nyata kepedulian PTA Bandung dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia peradilan yang berkualitas sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan FSH UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk berkiprah sebagai aparatur peradilan di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Di akhir sambutannya, Dekan FSH juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan, baik dari sisi pelayanan maupun fasilitas. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh peserta dan menjadi awal dari kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mempersiapkan generasi penerus aparatur peradilan melalui kegiatan yang bersifat praktis dan aplikatif.

Beliau menegaskan bahwa profesi hakim merupakan profesi yang sangat mulia sekaligus mengemban amanah besar untuk menegakkan hukum dan keadilan. Oleh karena itu, calon hakim tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga integritas, moralitas, serta komitmen untuk memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada masyarakat.
Ketua PTA Bandung juga menyampaikan rasa bangga karena narasumber yang hadir merupakan alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah berhasil lulus seleksi Calon Hakim dan kini mengabdikan diri di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
"Hal ini membuktikan bahwa lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki kualitas dan daya saing yang sangat baik. Saya berharap pengalaman para narasumber dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta untuk mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi seleksi Calon Hakim."
Beliau juga menekankan bahwa Pengadilan Tinggi Agama Bandung akan terus mendukung kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia peradilan melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pembinaan.

Kegiatan Bimbingan Teknis dan Try Out CAKIM Tahun 2026 diikuti oleh alumni Fakultas Syariah dan Hukum, alumni fakultas hukum, serta pegawai Pengadilan yang berminat mengikuti seleksi Calon Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia. Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), kode etik hakim, studi kasus hukum, hingga simulasi try out sebagai bekal menghadapi seleksi CAKIM.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir calon-calon hakim yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, dan dedikasi tinggi dalam menegakkan hukum serta keadilan di Indonesia.
