
Bandung, 26 Agustus 2026 – Pengadilan Tinggi Agama Bandung melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Panitera Muda Hukum, Panitera Muda Banding, dan Panitera Pengganti di Aula PTA Bandung, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan dihadiri Wakil Ketua PTA Bandung, para Hakim Tinggi, pimpinan Pengadilan Agama, Panitera PTA Bandung, pejabat struktural dan fungsional, ASN, serta keluarga dan teman sejawat para pejabat yang dilantik.

Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan organisasi dan pelayanan kepaniteraan. Sebanyak satu Panitera Pengganti bertugas di PTA Bandung, sementara 14 lainnya diperbantukan pada sejumlah satuan kerja di wilayah hukum PTA Bandung untuk mendukung kebutuhan tenaga teknis kepaniteraan.
Dalam amanatnya, Ketua PTA Bandung menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen pengabdian kepada negara, lembaga peradilan, dan masyarakat pencari keadilan.
“Jabatan adalah amanah. Amanah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, profesionalitas, dan keikhlasan,” tegasnya.

Kepada Panitera Muda Hukum dan Panitera Muda Banding, Ketua PTA Bandung menekankan pentingnya administrasi perkara yang tertib, data yang akurat, pelayanan profesional, peningkatan kompetensi, pemahaman regulasi, penguasaan teknologi informasi, serta budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan.
Sementara kepada para Panitera Pengganti, ia mengingatkan bahwa tugas mereka bukan hanya mencatat jalannya persidangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses peradilan.
“Saudara bukan hanya melaksanakan tugas mencatat jalannya persidangan. Saudara adalah bagian penting dari proses peradilan,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa ketelitian mendukung tertibnya persidangan, profesionalitas memperkuat administrasi perkara, dan integritas menjaga kehormatan lembaga peradilan. Para pejabat juga diminta menjaga independensi, memegang teguh kode etik, serta menghindari segala bentuk penyimpangan.
Menghadapi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, seluruh aparatur peradilan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan terus meningkatkan kemampuan.
“Kita tidak dapat bekerja dengan cara lama untuk menghadapi tuntutan baru. Kita harus terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan membangun budaya kerja yang kolaboratif,” ungkapnya.
Ketua PTA Bandung kembali menegaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Integritas, menurutnya, tercermin dari komitmen untuk tetap melakukan hal yang benar dalam setiap keadaan, karena jabatan dan tempat tugas dapat berubah, tetapi nilai integritas harus tetap melekat.

Di akhir amanat, para pejabat yang baru dilantik diajak segera beradaptasi, membangun komunikasi, dan memperkuat kerja sama. Dengan integritas, profesionalitas, dan semangat pelayanan, mereka diharapkan mampu mendukung terwujudnya peradilan agama yang agung serta PTA Bandung yang modern, terpercaya, dan berintegritas.
Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh suasana kekeluargaan. Selamat menjalankan amanah dan memberikan pengabdian terbaik bagi lembaga serta masyarakat pencari keadilan.
